Genap 17 tahun saya mengemban pendidikan di berbagai tingkat. Dimulai dari playgroup, TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Semuanya saya lakukan di dalam negeri, yaitu Indonesia. Masa pendidikan saya bermula di luar kota Jakarta, yaitu Kota Kuala Tungkal, kemudian dilanjutkan ke Bengkulu dan terakhir di Jakarta.
Cukup banyak pengajar yang telah mengajar saya. Ada yang memberikan kesan baik dan tidak sedikit juga yang memberikan kesan yang kurang mengenakan. Menjadi seorang pengajar bukanlah suatu hal yang mudah. Saya sangat mengapresiasi semua pengajar yang ada di dunia karena telah memberikan ilmu dengan tulus dan iklhas. Saya tahu pasti bahwa semua pengajar ini telah menjadi bagian dalam proses pembelajaran saya dan memberikan pengaruh dalam pembentukan pola pikir saya. Semua kesan yang sudah pernah saya rasakan sebagai siswa dan mahasiswa ini membuat saya tergerak untuk menuliskan beberapa kesimpulan yang saya rasa dapat menjadi evaluasi ataupun pembelajaran bagi para pengajar.

- Pengajar adalah sumber inspirasi.
- Maka dari itu tunjukkanlah bahwa anda kompeten dalam bidang anda, sehingga siswa tidak meremehkan anda. Bukan dalam arti bahwa anda harus selalu merasa/menjadi selalu lebih pintar dari murid anda, sehingga guru bisa berpikiran bahwa murid akan selalu lebih bodoh daripada gurunya, namun berpikirlah bahwa anda adalah gerbang awal yang memberikan pengetahuan baru kepada siswa. Anda wajib membuat percikan semangat dan keingintahuan berkobar.
- Persempitlah peluang pemikiran siswa yang menganggap bahwa anda tidak kompeten. Contohnya dalam hal teknologi, dimana anda sendiri tidak paham dengan teknologi yang anda gunakan sebagai media pembelajaran. Power point, google classroom, zoom akhir-akhir ini sangat sering digunakan, setidaknya anda menguasai cara penggunaan aplikasi yang akan anda gunakan untuk pembelajaran, sehingga tidak membuat murid anda meremehkan anda.
- Hampir semua guru favorit saya memberikan impression yang keren di mata saya. Keren yang dimaksudkan adalah bahwa orang ini ahli di bidangnya. Terlebih saat kuliah, saya akan excited ketika mengetahui bahwa dosen saya adalah seorang praktisi juga, dengan demikian meskipun tidak benar-benar expert dalam bidangnya, saya tahu bahwa dosen ini memiliki pengalaman dan pengetahuan yang ‘sebenarnya’ saat di dunia kerja nanti. Saat rasa kagum itu terbentuk rasa semangat belajar pun ikut terbangun, saya menjadi semangat untuk mengikuti setiap pertemuan karena saya tahu bahwa apa yang dikatakan dosen ini selalu memberikan insight baru atau mengembangkan pengetahuan saya sudah miliki.
- Poin ini juga menunjukkan bahwa anda perlu memperhatikan tutur kata dan narasi yang anda berikan saat mengajar. Karena dengan kata-kata yang anda ucapkan bisa menjadi ingatan dalam alam bawah sadar murid anda, hal ini bisa menjadi motivasi, namun bisa juga menjadi suatu ingatan buruk yang menjadi trauma bagi anak. Kita tidak perna tahu profesi apa yang akan dijalani murid anda ke depannya, bisa saja mereka memilih untuk menekuni bidang yang anda ajarkan, pada dasarnya orang akan memilih apa yang menurutnya nyaman dan menguntungkannya ke depannya.
- Beritahu dan jelaskan mengapa mata pelajaran yang anda ajarkan perlu dipelajari.
- Jelaskan apa kegunaan mata pelajaran ini bagi kehidupan murid anda dan jika anda seorang dosen jelaskan kepada mahasiswa apa manfaatnya bagi prospek karir mereka nantinya. Pernah suatu ketika saya belajar matematika di sekolah materi trigonometri, di pertemuan awal bab ini saya bertanya kepada guru saya untuk apa mempelajari materi trigonometri, apa kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari? Namun, entah karena saya yang salah dalam merangkai pertanyaan ataupun memang guru saya juga tidak tahu jawabannya, ia malah dengan wajah yang tidak mengenakan menjawab pertanyaan ini dengan kalimat “kalau kamu mah memang gak mau belajar ini kan?” Dan yang saya lakukan hanya tertawa mendengar jawaban ini, meskipun dalam hati saya cukup kecewa dengan guru saya.
- Padahal saya benar-benar ingin tahu apa sebenarnya kegunaan trigonometri dalam kehidupan. Meskipun memang saya tidak begitu tertarik dengan matematika, tapi saya merasa bahwa setidaknya dengan mengetahui untuk apa saya mempelajari materi ini saya akan lebih termotivasi untuk mempelajarinya, karena saya tahu bahwa ini akan memberikan manfaat nantinya, dan bukan sekedar untuk pemenuhan nilai di rapot ataupu dengan alasan supaya bisa mengajari anak di masa depan.
- Hargailah usaha murid anda semaksimal mungkin.
- Contohnya ketika anda memberikan banyak tugas yang sebenarnya bagus untuk memperdalam pemahaman murid. Namun kesalahannya adalah tugas tersebut tidak pernah ditanggapi, bahkan nanti nilainya sama rata bagi semua. Mungkin ada beberapa murid yang mengerjakan tugas tersebut dengan ogah-ogahan, namun bagaimana dengan murid yang mengerjakannya dengan susah payah dan usaha maksimal.Tugas sperti ini mungkin lebih condong kepada mahasiswa dimana jawaban dari tugas tidak bersifat mutlak dan biasanya essay sehingga jawaban mahasiswa satu dengan yang lainnya tidak mungkin sama. Penting bagi pengajar untuk setidaknya memberikan feedback dari tugas tersebut bahkan bisa membedakan nilai bagi yang membuat tugas asal-asalan dengan yang serius. Sehingga mahasiswa yang memang benar-benar sungguh-sungguh mengerjakannya memiliki kepuasan dan akan mengerjakan tugas ke depannya dengan motivasi serta semangat untuk mengejar nilai yang baik, karena mereka tahu bahwa pengajarnya me-notice tugas yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh atau tidak.
- Deskripsikan bentuk tugas yang perlu dilakukan serta buatlah kriteria penilaian yang pasti.
- Tentukan dengan jelas apa yang sebenarnya perlu dikerjakan. Seringkali saya menemukan dosen memberikan tugas yang bentuk akhirnya tidak bisa dipahami oleh mahasiswa ataupun kadang dipahami namun tidak seperti yang dibayangkan dosen, kemudian dilakukan revisi berulang-ulang dan di setiap revisi ada perbedaan arahan dari revisi sebelumnya. Singkatnya seringkali dosen plin-plan (tidak konsisten) dengan tugas yang diberikan. Tiba-tiba mau seperti ini minggu depan berganti lagi, sehingga membuat mahasiswa kebingungan mengikuti arahan dosen tsb. Maka dari itu buat deskripsi tugas dengan detail dan kriteria penilaiannya yang tetap.
- Contoh simpelnya saat saya mempelajari materi penyimpangan sosial dimana hal tersebut banyak sekali terjadi di sekitar, sehingga saat mempelajarinya saya tidak merasa berat dan tidak cepat bosan. Begitu juga dengan pelajaran IPA saat belajar reproduksi misalnya bisa dipastikan materi ini adalah materi yang sangat diminati karena bersifat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
- Buat jurnal pembelajaran per pertemuan.
- Sangat baik bagi seorang pengajar untuk bisa membuat jurnal atau catatan materi ajar yang sudah dipelajari hari ini. sehingga anda dapat mengingat tugas serta materi yang sudah ataupun belum diberikan. Hal ini akan memudahkan anda dalam mengontrol materi yang perlu anda sampaikan sepanjang pertemuan sehingga tidak membuang-buang waktu dan semua materi yang perlu disampaikan dapat terpenuhi.
- Beri kesempatan bagi siswa anda untuk mengutarakan pemahaman yang dia miliki tentang materi tersebut.
- Interaksi yang aktif menurut saya diperlukan dalam proses ajar mengajar. Proses interaksi seperti ini dapat menjadi suatu indikator penilaian pemahaman murid anda. Apakah selama anda mengajar mereka mengerti dengan materi yang anda berikan atau tidak. Tetapi perlu diperhatikan pula untuk memastikan jangan sampai mementingkan satu atau dua murid tertentu. Semua murid harus memiliki kesempatan yang sama rata.
- Beri kesempatan bagi siswa untuk mengevaluasi anda.
- Kritik dan saran sangat perlu untuk diterima para pengajar, maka dari itu pihak yang paling pas untuk memberikannya adalah murid yang anda ajar. Berikan kepada mereka kesempatan untuk mengevaluasi anda. Setelah menerimanya, anda tidak perlu mengikuti semua evaluasinya. Namun, setidaknya pasti ada beberapa kritik dan saran yang hampir semua murid berpendapat sama. Kritik dan saran yang seperti itulah yang perlu menjadi bahan evaluasi yang perlu anda pertimbangkan untuk dilakukan. Dengan adanya evaluasi untuk diri anda, berarti ini adalah tanda bahwa anda merupakan pribadi yang terbuka dan siap untuk berkembang dan memperbaiki diri.
- Hati-hati dengan ucapan anda!
- Terkadang ada beberapa ucapan kita yang tanpa sadar membuat murid merasa down. Hal ini pernah terjadi pada sesorang yang saya kenal. Saat sekolah ia mendapat nomor absen tiga belas (13) yang sering dianggap menjadi angka sial. Gurunya entah maksud bercanda atau tidak memanggilnya dengan sebutan “absen tiga belas (13) angka sial” yang membuatnya merasa tertekan dengan sebutan itu. Itu hanyalah salah satu contoh kecil dari poin ini. Untuk menghindarinya ada baiknya pengajar meminta maaf kepada murid-murid atas kesalahan yang mungkin anda tidak sadari sudah menganggu bahkan menyakiti murid anda.
